7 Modus Penipuan Terhadap Turis di Dunia yang Perlu Kamu Waspadai

Saat sedang traveling ke suatu negara, biasanya akan banyak warga lokal yang menawarkan barang-barang untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Gantungan kunci, pajangan, hingga aksesoris menjadi beberapa barang yang sering dijajakan di berbagai tempat wisata di dunia.

Tak jarang, banyak juga orang yang menawarkan bantuan ketika kamu sedang berada di tempat wisata. Namun, ada baiknya kamu lebih berhati-hati pada warga lokal yang tiba-tiba datang dan menawarkan bantuan, karena biasanya mereka akan meminta bayaran dengan harga yang tinggi. Untuk itulah, selalu bersikap hati-hati saat bepergian ke luar negeri menjadi hal yang harus dilakukan.

Lalu, modus seperti apa lagi yang biasa terjadi di tempat wisata di dunia? Seperti dilansir travelscams.org, berikut modus penipuan di Eropa yang biasa dialami oleh wisatawan mancanegara:

1. Gelang Persahabatan

Ketika sedang berjalan-jalan di Roma, Paris, Kairo, atau Barcelona, ada baiknya untuk membawa teman laki-laki untuk menemani perjalananmu. Karena di kota ini sering terjadi penipuan berupa gelang persahabatan yang terbuat dari benang.

Mereka akan memakaikannya secara paksa ke pergelangan tangan meski ditolak, dan meminta uang bayarannya. Mereka akan datang secara bergerombol, meletakkan benang di bahumu, lalu menjalin benang tersebut di pergelangan tanganmu, sehingga kamu merasa kesulitan ketika membukanya.

Untuk mengindarinya, katakan tidak pada setiap pemberiannya, jatuhkan benangnya, dan menjauhlah dari mereka, karena mereka tidak akan menerima benang itu kembali meski kamu kembalikan. Kadang hal ini dilakukan sebagai pengalih perhatian saat mereka ingin mencopet turis.

2. Wanita Penjual Bunga Rosemary

Di New Delhi, India dan kota Madrid, Italia, seorang wanita penjual bunga rosemary akan datang mendekatimu dan memberikan seikat bunga rosemary sebagai tanda persahabatan. Ketika kamu menerimanya, ia akan mulai membaca garis tanganmu, lalu meminta bayarannya.

Jika tidak dibayar, ia akan mengucap kata kasar dan menyumpahi turis. Cara terbaik menghindari hal ini adalah dengan tidak menerima setiap pemberian selama perjalanan, karena tidak ada pemberian yang diberikan secara gratis.

3. Fotografer Palsu

Saat sedang traveling ke Eropa, mengambil momen terbaik di kota yang penuh dengan arsitektur klasik, cuaca, dan musim yang berbeda untuk menghasilkan foto-foto yang instagramable adalah hal yang wajib dilakukan.

Namun, ada baiknya kamu lebih berhati-hati pada warga lokal yang tiba-tiba datang dan menawarkan bantuan untuk memotretmu. Karena mereka meminta bayarannya dengan harga yang tinggi dan lebih parah lagi, mereka akan melarikan kamera atau ponsel yang digunakan.

4. Tukang Semir Sepatu

Tukang semir sepatu ternyata bukan hanya ada di Indonesia. Di Turki, profesi serupa juga ternyata digeluti masyarakat disana. Sayangnya, ada beberapa oknum yang menjadikan profesi ini sebagai sarana menipu wisatawan. Kamu akan sering menemukan trik ini dilakukan di kota Istanbul, Turki.

Seorang pria akan menjatuhkan kotak peralatan semir sepatunya di hadapan turis dan berterima kasih pada turis yang mengambilkannya dengan cara menyemir sepatu, lalu meminta bayarannya.

5. Bunga Mawar Untuk Pasangan

Masih di kota Roma, Paris, dan Barcelona, saat sedang traveling dengan pasangan, akan ada seseorang yang memberikan setangkai bunga mawar untuk pasangan wanitamu. Ia akan memuji-muji pasanganmu dan meminta bayaran yang sangat mahal. Jika ditolak, ia akan membuatmu terlihat seperti pasangan yang buruk.

6. Penjual Obat-obatan Terlarang

Turis yang berjalan-jalan ke Thailand biasanya juga akan mencicipi hiburan malam yang disediakan negara tersebut, selain menikmati keindahan alam dan budaya yang ditawarkan. Di salah satu kota di Thailand, yaitu di Koh Phangan, supir taksi atau supir tuk-tuk akan menawarkan obat-obatan terlarang saat kamu menggunakan jasa mereka menuju tempat hiburan malam.

Ketika turis mengiyakan dan membeli, akan ada polisi yang muncul entah darimana dan memberikan denda dalam jumlah besar dengan tuduhan penggunaan obat-obatan terlarang. Mereka akan melakukan segala hal agar kamu mau membayar, supaya kamu tidak ditangkap oleh kepolisian setempat.

7. Tiket Palsu

Ketika sedang mengantre untuk membeli tiket, baik transportasi umum, festival, atau pertunjukan tertentu, akan ada seseorang yang menawarkan tiket yang kamu inginkan dengan harga yang lebih mahal, agar kamu tak perlu mengantre dan terjebak lama dalam antrean panjang.

Lebih baik abaikan saja tawaran dari orang-orang tersebut, karena biasanya tiket yang mereka jual bukanlah tiket asli, sehingga tidak akan dapat digunakan. Hal ini hampir terjadi di manapun. Untuk menghindarinya, sebaiknya kamu membeli tiket langsung dari website atau loket resmi tempat yang kamu tuju atau transportasi yang akan kamu gunakan.

Bagaimana menurutmu? Tetap waspada, ya!

SUMBERĀ  : kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *